![]() |
| foto tahun 2017,depan rumahku |
![]() |
| tebing |
![]() |
| glee samahani,sumur 7 |
Bueng Daroh, Selama ini, banyak orang mengeluh soal bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Ada yang sebenarnya mampu tetapi ikut menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru belum terdata. Masalah seperti ini terjadi karena data penerima bantuan di Indonesia masih berantakan dan tidak menyatu
Untuk memperbaiki hal tersebut, pemerintah sedang membangun sistem baru yang disebut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini menjadi salah satu program utama pemerintah di tahun 2025 untuk memastikan data masyarakat lebih rapi dan bantuan sosial bisa diberikan lebih tepat kepada yang benar-benar membutuhkan
DTSEN adalah sistem data satu pintu yang memuat informasi lengkap tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Data ini digabungkan dari berbagai instansi pemerintah, seperti:
Kementerian Sosial
BPS
Dukcapil
Bappenas
Pemerintah Daerah
Kalau sebelumnya data warga tersebar di banyak instansi dan sering tidak sama, dengan DTSEN semuanya akan dikumpulkan menjadi satu data yang sama untuk seluruh Indonesia.
Selama bertahun-tahun, masalah data membuat bantuan sosial sering tidak sesuai target. Beberapa masalah umum yang sering muncul:
Ada warga mampu tapi tetap menerima bantuan
Ada warga miskin yang tidak masuk daftar
Banyak data ganda
Proses pencairan bantuan lambat
Kesalahan data sulit diperbaiki
Dengan adanya DTSEN, pemerintah ingin memastikan bahwa satu data digunakan bersama, sehingga proses penyaluran bantuan menjadi lebih tepat, cepat, dan transparan.
Pada 2025, pemerintah mempercepat pembangunan dan pemantapan DTSEN melalui beberapa langkah:
Semua data dari Kemensos, Dukcapil, BPS, dan daerah disatukan dalam satu sistem.
Pemerintah daerah diminta aktif memperbarui data warga, tidak menunggu bertahun-tahun seperti dulu.
Proses verifikasi data akan lebih cepat dengan bantuan teknologi digital.
Dengan data yang lebih rapi, penentuan siapa yang berhak menerima bantuan akan lebih mudah.
Jika DTSEN berjalan dengan baik, masyarakat akan mendapat banyak manfaat, seperti:
Yang menerima adalah keluarga yang benar-benar butuh, bukan yang sudah mampu.
Satu keluarga tidak bisa menerima bantuan ganda atau memakai data orang lain.
Karena data sudah tersimpan rapi, pemeriksaan tidak perlu lama.
Pemerintah bisa merancang program bantuan yang lebih tepat sesuai kondisi daerah dan masyarakat.
Walau sangat bermanfaat, DTSEN tetap menghadapi beberapa kendala, seperti:
Masih ada daerah yang kemampuan pendataannya terbatas
Akses internet di daerah terpencil belum merata
Masyarakat belum terbiasa memperbarui data kependudukan
Pentingnya menjaga keamanan dan kerahasiaan data pribadi
Pemerintah terus memperbaiki hal-hal ini agar DTSEN bisa berjalan lancar dan aman.